Proses undian (drawing) pembagian grup untuk turnamen sepak bola bergengsi di Asia Tenggara, Piala AFF 2026, resmi dilaksanakan di Studio RCTI, Jakarta, pada Kamis (15/1). Hasil undian ini menempatkan Timnas Indonesia dalam persaingan ketat di Grup A, yang diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi skuad asuhan pelatih dalam menjaga tren positif di level regional.
Berdasarkan hasil undian tersebut, Timnas Indonesia tergabung bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak playoff antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Keberadaan Vietnam di grup yang sama menjadi sorotan utama, mengingat rivalitas panjang dan tensi tinggi yang selalu menyertai pertemuan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Komposisi Grup A: Rivalitas Klasik Kembali Tersaji
Masuknya Timnas Indonesia ke dalam Grup A membawa tantangan tersendiri. Selain Vietnam yang menjadi kompetitor terkuat, keberadaan Singapura tidak dapat dipandang sebelah mata. Singapura merupakan kolektor gelar juara terbanyak kedua di ajang ini, sementara Kamboja terus menunjukkan progres signifikan dalam peta kekuatan sepak bola ASEAN.
Pertemuan antara Indonesia dan Vietnam di fase grup ini dipastikan akan menarik perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Rivalitas ini bukan sekadar perebutan poin untuk lolos ke babak semifinal, melainkan juga pertaruhan gengsi antara dua kekuatan yang saat ini mendominasi diskursus sepak bola di kawasan ini. Bagi Timnas Indonesia, laga melawan Vietnam akan menjadi ujian mental sekaligus tolok ukur sejauh mana perkembangan taktis yang telah dicapai.
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia Sejak 1991
Catatan sejarah menunjukkan betapa berimbangnya kekuatan kedua tim. Sejak pertama kali bertemu pada tahun 1991, Timnas Indonesia dan Vietnam tercatat telah bertanding sebanyak 31 kali di berbagai ajang resmi. Mayoritas dari pertemuan tersebut terjadi di panggung Piala AFF, yang dulunya dikenal sebagai Piala Tiger.
Dari total 31 perjumpaan tersebut, statistik menunjukkan persaingan yang sangat ketat:
- Timnas Indonesia: 11 kemenangan.
- Hasil Imbang: 11 kali.
- Vietnam: 9 kemenangan.
Meskipun Indonesia unggul tipis dalam jumlah kemenangan total, dominasi Vietnam di ajang Piala AFF pada satu dekade terakhir sempat menjadi momok bagi Skuad Garuda. Namun, angin perubahan mulai terasa dalam beberapa tahun belakangan, di mana Indonesia mulai mampu memutus dominasi “The Golden Star Warriors” di turnamen internasional lainnya.
Tren Positif Skuad Garuda di Panggung Internasional
Menatap Piala AFF 2026, Timnas Indonesia membawa modal kepercayaan diri yang cukup tinggi. Dalam lima pertemuan terakhir di berbagai kompetisi, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia, Indonesia berhasil mencatatkan tiga kemenangan. Menariknya, dua kekalahan yang dialami Indonesia dalam periode tersebut justru terjadi di ajang Piala AFF.
baca juga
Yudo Sadewa Putra Menkeu Purbaya Viral Usai Cuit Saham PWON
Perbedaan hasil ini menjadi catatan penting bagi tim kepelatihan. Dominasi Indonesia di level Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia menunjukkan bahwa secara kualitas teknis dan kedalaman skuad, Timnas Indonesia saat ini berada di level yang sangat kompetitif. Namun, faktor non-teknis dan atmosfer spesifik Piala AFF seringkali memberikan hasil yang berbeda. Oleh karena itu, turnamen tahun ini menjadi ajang pembuktian bahwa superioritas yang ditunjukkan di level Asia juga dapat diimplementasikan sepenuhnya di level Asia Tenggara.
Misi Mengakhiri Status Spesialis Runner-up
Salah satu motivasi terbesar Timnas Indonesia dalam gelaran Piala AFF 2026 adalah menghapus predikat sebagai “spesialis runner-up”. Sejak turnamen ini digulirkan pada tahun 1996, Indonesia telah berhasil melaju ke babak final sebanyak enam kali, namun belum pernah sekalipun membawa pulang trofi juara.
Kondisi ini kontras dengan pencapaian Vietnam yang telah mengoleksi tiga gelar juara Piala AFF. Bagi publik sepak bola tanah air, edisi 2026 dianggap sebagai momentum emas. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman yang berkompetisi di liga-liga luar negeri, ekspektasi terhadap Timnas Indonesia untuk meraih gelar juara perdana sangatlah besar.
Keberhasilan di fase grup, terutama saat menghadapi Vietnam, akan menjadi kunci krusial. Jika mampu melewati hadangan di Grup A dengan status juara grup, jalan Indonesia menuju tangga juara diprediksi akan lebih terbuka, meski potensi pertemuan dengan tim kuat lainnya seperti Thailand di fase gugur tetap harus diantisipasi.
Persiapan Timnas Indonesia Menatap Menuju Fase Grup
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, PSSI diharapkan dapat menyusun program persiapan yang matang bagi Timnas Indonesia. Manajemen waktu antara kompetisi domestik dan agenda pemusatan latihan akan menjadi faktor penentu kesiapan fisik pemain.
Secara keseluruhan, hasil undian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai peta kekuatan di Grup A. Bagi Timnas Indonesia, setiap pertandingan adalah final, dan pertemuan dengan Vietnam akan menjadi salah satu ujian terberat sekaligus kesempatan untuk menegaskan dominasi mereka sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara. Seluruh mata kini tertuju pada Skuad Garuda, menantikan apakah tahun 2026 akan menjadi tahun di mana sejarah baru tercipta.





