DUBAI – Megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, kembali mencuri perhatian publik global bukan hanya karena prestasinya di lapangan hijau, melainkan melalui sebuah pernyataan yang menyentuh sisi kultural. Saat menghadiri malam penghargaan Globe Soccer Awards di Dubai pada Minggu (28/12/2025), kapten Al-Nassr tersebut mengucapkan kalimat “Insya Allah” saat berbicara mengenai ambisi besarnya mencetak 1.000 gol sebelum gantung sepatu.
Momen Cristiano Ronaldo mengucapkan kalimat tersebut seketika viral di berbagai platform media sosial. Banyak penggemar menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan adaptasi luar biasa Ronaldo terhadap budaya di Arab Saudi, tempat ia berkarier saat ini. Sambil menggenggam trofi kemenangan di atas panggung, pria yang akrab disapa CR7 ini menegaskan bahwa semangatnya untuk berkompetisi masih berada di level tertinggi meskipun usianya telah menginjak 40 tahun.
Ambisi 1.000 Gol dan Dominasi Cristiano Ronaldo di Liga Pro Saudi
Target mencapai empat digit gol bukanlah hal yang mustahil bagi sosok sekelas Cristiano Ronaldo. Hingga penghujung tahun 2025, catatan gol profesional Ronaldo telah menyentuh angka 956 gol. Hanya terpaut 44 gol lagi untuk mencapai tonggak sejarah yang belum pernah diraih secara resmi oleh pesepak bola mana pun dalam sejarah olahraga ini.
baca juga : John Herdman Resmi Penjadi Pelatih Timnas Indonesia
Ketajaman Ronaldo tetap teruji meski usianya mendekati kepala empat. Akhir pekan lalu, ia sukses menyumbang dua gol dalam kemenangan telak Al-Nassr 3-0 atas Al Akhdoud. Hasil positif tersebut tidak hanya memperkokoh posisi Al-Nassr di puncak klasemen domestik, tetapi juga menandai rekor sepuluh kemenangan beruntun bagi klub berjuluk Faris Najd tersebut.
“Semangat saya masih sangat tinggi dan saya ingin terus bermain. Tidak masalah di mana saya bermain, baik di Timur Tengah maupun Eropa. Saya selalu menikmati bermain sepak bola dan saya ingin terus melanjutkan perjalanan ini,” ujar Cristiano Ronaldo seperti dikutip dari laporan Marca pada Senin (29/12/2025).
Pernyataan Ronaldo mengenai peluang kembali ke kompetisi Eropa juga memicu spekulasi di kalangan pengamat olahraga. Meskipun saat ini ia menjadi ikon utama Liga Pro Saudi, ia tetap membuka pintu bagi potensi kembali ke benua biru jika kondisi memungkinkan. Namun, fokus utamanya saat ini tetaplah mengejar sejarah 1.000 gol. “Saya pasti akan mencapai angka tersebut jika tidak ada kendala cedera. Insya Allah,” tambahnya, yang kembali mengundang tepuk tangan dari para undangan yang hadir di Dubai.
Rahasia Kebugaran dan Disiplin Ketat di Tahap Akhir Karier
Fenomena Cristiano Ronaldo yang tetap produktif di usia 40 tahun merupakan anomali di dunia sepak bola modern. Sepanjang tahun 2025 saja, Ronaldo telah membukukan total 40 gol bagi klub dan negaranya. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa penurunan fisik yang biasanya dialami pemain seusianya tidak berlaku bagi pemain asal Portugal tersebut.
Kunci utama dari umur panjang karier Cristiano Ronaldo terletak pada dedikasi luar biasa terhadap disiplin fisik dan nutrisi. Di balik layar, Ronaldo menjalani rutinitas latihan yang sangat padat dan terukur. Latihan di gym secara rutin, sesi Pilates untuk menjaga fleksibilitas, serta berenang menjadi bagian dari menu wajibnya sehari-hari untuk menjaga massa otot dan meminimalkan risiko cedera.
Selain latihan fisik, proses pemulihan atau recovery menjadi prioritas utama Ronaldo. Ia dikenal sangat ketat dalam menjaga pola makan dan waktu istirahat. Penggunaan teknologi medis modern seperti cryotherapy serta diet nutrisi yang telah dikonsultasikan dengan para ahli memungkinkan tubuhnya tetap berada dalam kondisi prima untuk bersaing dengan pemain yang jauh lebih muda.
Kedisiplinan ini bukan sekadar gaya hidup, melainkan instrumen bagi Cristiano Ronaldo untuk terus memecahkan rekor demi rekor. Bagi publik sepak bola, fenomena CR7 di Arab Saudi menjadi pelajaran penting tentang bagaimana profesionalisme dapat melampaui batas usia biologis.
Masyarakat kini menantikan apakah impian 1.000 gol tersebut akan terwujud dalam satu atau dua musim ke depan. Dengan sisa 44 gol yang harus dikejar, performa konsisten Ronaldo bersama Al-Nassr menjadi modal utama. Jika ia mampu menjaga rasio golnya seperti di tahun 2025, maka sejarah baru di dunia sepak bola kemungkinan besar akan tercipta pada tahun 2026 mendatang. Pengaruh Ronaldo pun kini tidak lagi terbatas pada statistik gol, tetapi juga pada bagaimana ia menyatukan berbagai budaya melalui pengaruh global yang ia miliki.






