JAKARTA – Bek tengah naturalisasi andalan Persija Jakarta, Jordi Amat, berhasil mengubah narasi negatif menjadi pujian dalam waktu singkat. Pemain berpengalaman yang sempat mendapat kritik tajam dari netizen Indonesia akibat kesalahan fatal di laga sebelumnya, kini tampil sebagai pahlawan kemenangan. Jordi Amat sukses mencetak gol spektakuler yang mengunci kemenangan telak Persija Jakarta atas Bhayangkara Presisi Lampung.
Pertandingan tunda pekan ke-8 Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/12/2025), menjadi saksi bisu kembalinya performa terbaik sang pemain. Dalam laga tersebut, Persija Jakarta menang dengan skor meyakinkan 3-0, di mana satu gol indah dari kaki Jordi Amat menjadi sorotan utama bagi ribuan suporter yang memadati stadion.
Penebusan Dosa Jordi Amat dan Transformasi dari Zero ke Hero
Keberhasilan Jordi Amat membobol gawang Bhayangkara bukan sekadar penambah angka di papan skor, melainkan sebuah pernyataan mental. Sepekan sebelumnya, tepatnya pada 22 Desember 2025, mantan pemain Swansea City ini menjadi sasaran kritik setelah melakukan gol bunuh diri di menit-menit akhir saat melawan Semen Padang. Kesalahan tersebut membuat Persija harus kehilangan poin krusial dan memicu gelombang komentar negatif di media sosial.
Namun, profesionalisme yang dimiliki Jordi Amat terbukti mampu meredam tekanan tersebut. Ia menunjukkan bahwa pengalaman panjangnya di liga-liga top Eropa seperti Premier League dan La Liga bukanlah isapan jempol semata. Gol yang ia cetak ke gawang Bhayangkara lahir dari skema yang tak terduga bagi seorang bek tengah, membuktikan kualitas teknisnya yang masih berada di level tinggi.
“Saya juga merasa sangat senang dengan gol saya. Itu adalah momen yang baik untuk mengakhiri tahun dengan gol yang bagus,” ujar Jordi Amat saat ditemui awak media di area mixed zone SUGBK. Selain faktor teknis, Jordi mengungkapkan adanya motivasi personal yang sangat kuat di balik penampilannya kali ini. “Istri saya juga sedang hamil. Jadi gol saya adalah gol yang sempurna, saya sangat senang,” tambahnya dengan nada penuh emosional.
Perbandingan Gol Bersejarah dan Ambisi di Papan Atas
Mencetak gol bagi seorang bek tengah memang merupakan fenomena yang jarang terjadi. Berdasarkan catatan Soccerway, sepanjang karier profesionalnya di berbagai liga dunia, Jordi Amat baru mengoleksi tujuh gol. Salah satu yang paling fenomenal adalah ketika ia memperkuat Rayo Vallecano pada musim 2012/13, di mana ia mencetak gol dari tengah lapangan ke gawang Real Valladolid.
Ketika ditanya mengenai perbandingan antara gol di Spanyol dengan golnya ke gawang Bhayangkara, Jordi Amat memberikan jawaban yang cukup diplomatis namun sarat makna. Ia mengakui bahwa gol di La Liga sangat spesial, namun gol di Jakarta memiliki bobot kepentingan yang berbeda bagi perjalanan karier dan timnya saat ini.
baca juga : Ucapkan Insya Allah Cristiano Ronaldo Viral di Media Sosial
“Sulit memilih. Gol melawan Valladolid dan Bhayangkara sama-sama spesial. Tapi ya, sekarang saya bisa mengatakan gol melawan Bhayangkara terasa lebih penting. Jadi, mencetak gol ke gawang Bhayangkara juga sangat berarti bagi saya,” tutur pemain berdarah Spanyol-Indonesia tersebut.
Kemenangan ini membawa dampak instan bagi posisi Persija Jakarta di klasemen sementara. Tambahan tiga poin membuat tim berjuluk Macan Kemayoran ini kembali merangsek ke papan atas, menempel ketat rival abadi mereka, Persib Bandung, dan pemuncak klasemen Borneo Samarinda. Persaingan menuju gelar juara pun diprediksi akan semakin memanas di sisa musim 2025/26.
Menatap Derby Melawan Persib Bandung
Pasca-penebusan dosa ini, tugas berat kembali menanti Jordi Amat dan kolega. Persija dijadwalkan akan melakoni laga derby klasik melawan Persib Bandung dalam waktu dekat. Pertandingan ini dianggap sebagai “perang” sesungguhnya karena akan menentukan arah persaingan di empat besar klasemen Super League.
Jordi Amat menyadari bahwa tekanan akan berlipat ganda pada awal tahun baru nanti. Konsistensi di lini pertahanan akan menjadi kunci utama jika Persija ingin terus bersaing memperebutkan takhta juara. Kehadirannya sebagai pemimpin di barisan belakang diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi pemain muda lainnya.
“Tekanannya lebih besar, lebih besar. Kami tahu sejak awal bahwa ini akan menjadi musim yang panjang. Empat tim di atas sekarang berada dalam posisi yang sangat ketat, jadi setiap pertandingan akan menjadi perang,” kata Jordi menjelaskan peta persaingan.
Mengenai persiapan menghadapi Persib, Jordi menegaskan timnya akan langsung fokus melakukan pemulihan dan evaluasi taktik. “Kami juga punya laga derby melawan Persib dalam beberapa hari lagi. Jadi mari kami persiapkan dengan baik pertandingan itu untuk memulai tahun baru, baru kemudian kami bisa bicara lebih banyak soal Persib,” tutupnya.
Dengan performa yang kembali menanjak, Jordi Amat kini tidak hanya menjadi palang pintu pertahanan, tetapi juga simbol kebangkitan mental Persija Jakarta dalam mengejar prestasi di kancah sepak bola nasional.






