Paris Saint-Germain (PSG), sebagai juara bertahan Liga Champions UEFA, bersiap menghadapi tantangan besar di ajang Piala Interkontinental. Kompetisi antar-konfederasi ini telah memasuki babak penentuan, dan kekhawatiran mulai menyelimuti kubu Les Parisiens, terutama sang pelatih, Luis Enrique. Fokus utama kekhawatiran tersebut adalah potensi pertemuan dengan raksasa asal Brasil dan wakil CONMEBOL, Flamengo, di partai puncak.
Luis Enrique secara terbuka menyatakan bahwa ia sangat mewaspadai kekuatan Flamengo yang saat ini sedang berada dalam periode performa yang sangat impresif di bawah asuhan pelatih Filipe Luis. Pertemuan puncak Piala Interkontinental dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2025, di mana PSG telah menanti di final, sementara calon lawan mereka akan ditentukan melalui semifinal Challenger Cup antara Flamengo (Brasil) dan Pyramids FC (Mesir) yang akan berlaga pada Sabtu (13/12/2025).
Kekuatan Flamengo yang Ditakuti Luis Enrique
Kekhawatiran Luis Enrique bukannya tanpa alasan. Secara historis, ajang Piala Interkontinental (atau format turnamen sejenis yang mempertemukan juara Eropa dan Amerika Selatan) seringkali menghadirkan duel klasik antara wakil CONMEBOL dan wakil UEFA. Flamengo, sebagai representasi tradisi sepak bola Amerika Selatan, membawa track record yang sangat mengesankan dalam beberapa waktu terakhir.
baca artikel lainnya : Polemik Asnawi Dan Exco PSSI Viral Di Media Sosial
Di bawah kendali Filipe Luis, yang baru mengambil alih kursi pelatih pada Oktober 2024, Flamengo telah menjelma menjadi tim yang sangat agresif dan efektif. Bukti keganasan mereka terlihat jelas dalam Piala Dunia Antarklub sebelumnya, di mana mereka berhasil mengalahkan tim kuat Eropa, Chelsea, dengan skor meyakinkan 3-1 di fase grup. Meskipun langkah mereka terhenti di Babak 16 Besar oleh Bayern Munich, penampilan mereka saat itu telah menunjukkan kualitas dan daya saing yang tinggi.

Puncak keemasan Flamengo terjadi pada akhir November lalu. Mereka mengukir prestasi gemilang dengan menjuarai Copa Libertadores, kompetisi kasta tertinggi antar klub Amerika Selatan, setelah mengalahkan rival berat mereka, Palmeiras. Hanya berselang empat hari, kegembiraan suporter Rubro-Negro kembali memuncak setelah tim tersebut berhasil mengunci gelar juara Liga Brasil.
Dua trofi bergengsi tersebut menambah koleksi gelar yang berhasil diraih Filipe Luis menjadi lima sejak ia memimpin tim. Konsistensi Flamengo juga terlihat saat mereka mengamankan kemenangan 2-1 atas Cruz Azul dari Meksiko dalam ajang Derby of The Americas.
Luis Enrique mengakui bahwa staf pelatih PSG telah memantau calon lawan mereka. “Ya, ya, kami sudah melihat penampilan mereka. Tapi kami belum menganalisanya lebih dalam, tapi kami tahu mereka,” ujar Enrique kepada ESPN. “Kami melihat performa mereka di Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Mereka tim hebat dengan pelatih hebat serta pemain yang berpengalaman dan berkualitas.” Pengakuan ini mengindikasikan rasa hormat sekaligus kewaspadaan tinggi terhadap potensi ancaman dari Flamengo.
Momen Penurunan Performa dan Tekanan di Kubu PSG
Kekhawatiran Enrique terhadap Flamengo semakin beralasan mengingat kondisi internal PSG yang tengah mengalami penurunan performa signifikan. Berbeda dengan momentum emas Flamengo, Les Parisiens saat ini sedang bergumul dengan berbagai kendala.
Badai cedera telah menghantam beberapa pilar kunci PSG, yang berdampak langsung pada konsistensi dan hasil pertandingan. Dampak buruk dari isu cedera ini terlihat jelas di kancah domestik. Setelah melalui 15 pekan Liga 1 Prancis (Ligue 1), PSG terpaksa kehilangan posisi puncak klasemen. Mereka kini disalip oleh Lens, yang unggul tipis satu poin. Hilangnya dominasi di liga domestik menunjukkan adanya kerapuhan yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga krusial di Piala Interkontinental.
Tekanan juga terasa di kompetisi Eropa. Pada Matchday VI Liga Champions dua hari sebelum artikel ini ditulis, PSG hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Athletic Club. Hasil ini tentu menjadi catatan merah dan menimbulkan keraguan di kalangan suporter mengenai kesiapan mental dan fisik tim untuk menghadapi tim sekuat Flamengo atau Pyramids FC, meskipun secara tradisi Pyramids FC dinilai memiliki peluang yang lebih kecil untuk melaju.
Jika Flamengo berhasil mengalahkan Pyramids FC dan melaju ke final, PSG akan dihadapkan pada ujian berat. Mereka tidak hanya harus mengatasi kualitas teknik dan taktik Flamengo, tetapi juga menghadapi moral tim Brasil yang sedang tinggi setelah memborong dua gelar domestik dan regional. Luis Enrique kini berada di bawah tekanan untuk segera memulihkan kondisi timnya, mengatasi masalah cedera, dan merumuskan strategi jitu agar mimpi mereka untuk menambah koleksi gelar internasional tidak terganjal oleh kekuatan Amerika Selatan. Pertandingan final pada 17 Desember mendatang diprediksi akan menjadi pertarungan yang sangat sengit dan mendebarkan.






