TERNATE – Laju impresif Malut United di kasta tertinggi sepak bola Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Dalam laga pekan ke-16 Super League musim 2025/26, skuad berjuluk Laskar Kie Raha tersebut tampil dominan dengan melumat PSBS Biak lewat skor telak 6-2. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Minggu (4/1/2026) ini menjadi bukti otentik bahwa Malut United merupakan kekuatan baru yang sulit dibendung di kompetisi domestik.
Kemenangan ini bukan sekadar raihan tiga poin biasa. Hasil positif di kandang sendiri tersebut memperpanjang catatan fantastis Malut United yang kini tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan beruntun. Performa konsisten ini membawa tim kebanggaan masyarakat Maluku Utara tersebut merangsek naik ke peringkat ke-3 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin dari 16 laga, menempel ketat para pesaing di papan atas.
Dominasi Total di Gelora Kie Raha
Sejak peluit pertama dibunyikan, Malut United langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan penuh dari suporter yang memadati Gelora Kie Raha tampak memberikan energi tambahan bagi anak asuh Hendro Susilo. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-16 melalui aksi Gustavo Franca. Bek asal Brasil tersebut berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang PSBS Biak untuk mencatatkan namanya di papan skor.
baca juga : Netizen Kritik PSSI Soal Janji Gulir Liga Putri Indonesia
Dominasi tuan rumah terus berlanjut sepanjang babak pertama. Menjelang turun minum, Yakob Sayuri menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Pergerakan eksplosif pemain tim nasional Indonesia ini gagal diantisipasi oleh lini belakang tim tamu, memberikan keunggulan nyaman bagi Malut United saat memasuki ruang ganti.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan Malut United justru semakin meningkat. Laskar Kie Raha meluncurkan gelombang serangan yang menghasilkan empat gol tambahan. Barisan penyerang asing dan lokal mereka tampil sangat padu. Tyronne Del Pino, David Da Silva, Ciro Alves, dan Frets Butuan masing-masing menyumbangkan satu gol untuk melengkapi pesta kemenangan tuan rumah. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci utama mengapa Malut United tampil begitu mengerikan bagi pertahanan lawan musim ini.
Perlawanan PSBS Biak dan Evaluasi Pertahanan
Meski kalah telak, PSBS Biak bukan tanpa perlawanan. Tim berjuluk Badai Pasifik tersebut sempat dua kali menggetarkan jala gawang Malut United yang dikawal oleh Angga Saputro. Dua gol balasan tim tamu masing-masing dibukukan oleh Damianus Adiman Putra dan Heri Susanto. Dua gol tersebut menjadi catatan tersendiri bagi lini belakang tuan rumah untuk tetap waspada meski sedang berada dalam posisi unggul jauh.
Pelatih Malut United, Hendro Susilo, menyambut baik kemenangan besar ini namun tetap memberikan catatan kritis bagi performa timnya. Ia menekankan pentingnya menjaga moral dan fokus untuk tetap berada di jalur persaingan juara.
“Raihan tiga poin sangat mengangkat moral kami untuk bersaing di papan atas klasemen. Semoga pemain bisa konsisten, termasuk ketika menjalani laga berikutnya. Kami menghargai kerja keras pemain di lapangan, namun tetap ada hal-hal teknis yang harus kami tinjau kembali,” ujar Hendro Susilo dalam keterangan resminya.
Malut United Fokus pada Konsistensi dan Kolektivitas Tim
Salah satu kunci sukses Malut United musim ini adalah kedalaman skuad dan harmoni antara pemain asing serta pemain lokal. Gustavo Franca, yang mengawali keran gol tim dalam laga ini, menyatakan bahwa kemenangan tim jauh lebih penting daripada catatan individu pemain.
“Senang bisa meraih 3 poin, tetapi masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Kami harus terus bekerja, tetap rendah hati, dan menjaga konsistensi. Saya lebih senang melihat performa tim secara kolektif daripada sekadar mencetak gol. Kami perlu menjaga momentum ini untuk terus meraih kemenangan di laga-laga mendatang,” tutur Gustavo Franca.
Sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh para pemain menjadi sinyal positif bagi Malut United. Di bawah manajemen yang ambisius dan dukungan publik Ternate yang militan, Laskar Kie Raha kini bertransformasi menjadi penantang gelar yang serius. Dengan sisa kompetisi yang masih panjang, menjaga rekor tak terkalahkan menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi skuad asuhan Hendro Susilo untuk terus mencatatkan sejarah di Liga Indonesia.
Kini, perhatian Malut United langsung tertuju pada laga berikutnya guna mempertahankan posisi di tiga besar klasemen. Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Ternate akan merayakan gelar juara di akhir musim nanti.






