Pertandingan dramatis tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan ke-14 Super League musim 2025/2026. Tuan rumah Persebaya Surabaya berhasil mengamankan satu poin setelah menahan imbang pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, dengan skor akhir 2-2 pada Sabtu (20/12/2025). Gol larut yang dicetak oleh Malik Risaldi menjadi penentu hasil imbang yang sekaligus menghindarkan skuad Bajul Ijo dari kekalahan di hadapan pendukung sendiri.
Laga ini memperlihatkan tensi tinggi sejak menit awal, di mana kedua tim saling berganti memimpin serangan. Bagi bajul ijo, hasil ini merupakan raihan satu poin yang sangat krusial, mengingat mereka sempat tertinggal dua kali dalam durasi waktu yang berbeda. Di sisi lain, Borneo FC gagal memanfaatkan momentum untuk menjauh dari kejaran pesaing di papan atas klasemen.
Jual Beli Serangan di Babak Pertama
Sejak peluit pertama dibunyikan, Borneo FC yang bertindak sebagai tim tamu tampil percaya diri. Mengandalkan skema serangan balik cepat, tim berjuluk Pesut Etam ini terus memberikan tekanan pada lini pertahanan bajul ijo. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23 melalui aksi Juan Villa. Pemain asing tersebut berhasil menuntaskan umpan silang akurat yang dikirimkan oleh Caxambu dari sisi kiri lapangan. Dengan sebuah tembakan first time yang mengarah ke sudut kanan gawang, Juan Villa sukses menaklukkan kiper Ernando Ari yang tidak mampu menjangkau bola.
Namun, keunggulan Borneo FC tidak bertahan lama. Karakter pantang menyerah yang menjadi ciri khas PersebayaSurabaya langsung terlihat hanya dua menit berselang. Melalui transisi cepat dari bertahan ke menyerang, Paulo Gali melepaskan tembakan keras yang sempat ditepis oleh kiper Nadeo Arga Winata. Beruntung bagi tuan rumah, bola liar kembali jatuh ke ruang tembak Paulo Gali yang langsung menyambar bola tersebut untuk mencetak gol penyeimbang. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Sepanjang 45 menit pertama, bajul ijo sebenarnya mendominasi penguasaan bola, namun kedisiplinan barisan belakang Borneo FC membuat setiap peluang sulit dikonversi menjadi gol tambahan. Intensitas permainan yang tinggi membuat suporter di tribun terus bersorak memberikan semangat bagi punggawa Bajul Ijo.
Drama Menit Akhir dan Heroisme Malik Risaldi
Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak mengalami penurunan. Pelatih Persebaya mencoba melakukan beberapa penyegaran di lini tengah untuk menambah daya gedor. Namun, justru Borneo FC yang kembali berhasil unggul melalui skema yang cukup tragis bagi kubu tuan rumah. Pada menit ke-71, Mariano Peralta melepaskan umpan silang tajam dari sisi kanan. Bek bajul ijo , Leo Lelis, yang bermaksud menghalau bola justru melakukan salah antisipasi. Bola sapuannya meluncur ke sudut kiri atas gawang sendiri tanpa bisa diantisipasi oleh Ernando Ari.
baca artikel lainnya : Bahlil Meradang Usai Purbaya Naikan Bea Keluar Batubara
Gol bunuh diri tersebut sempat meruntuhkan moral pemain di lapangan. Tertinggal 1-2 di sisa waktu 20 menit memaksa bajul ijo bermain lebih terbuka dan menyerang total. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan melalui sisi sayap, namun rapatnya pertahanan Borneo FC yang dipimpin oleh barisan bek berpengalaman membuat upaya tuan rumah berkali-kali kandas.
Momen puncak pertandingan terjadi pada menit ke-89. Berawal dari situasi tendangan bebas di dekat kotak penalti, sebuah kemelut terjadi di depan gawang Nadeo Arga Winata. Bola liar yang gagal dibuang sempurna oleh pertahanan Borneo FC mendarat tepat di hadapan Malik Risaldi. Tanpa keraguan, Malik melepaskan tembakan keras yang menghujam jala gawang Borneo FC, mengubah skor menjadi 2-2. Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh menyambut gol tersebut yang memastikan Persebaya selamat dari kekalahan memalukan di kandang.
Analisis Klasemen dan Tren Performa
Hasil imbang ini membawa catatan unik sekaligus evaluatif bagi kedua kesebelasan. Bagi Persebaya Surabaya, ini merupakan hasil imbang kelima secara beruntun dalam kompetisi musim ini. Meski menunjukkan mentalitas yang kuat untuk menyamakan kedudukan, manajemen dan tim pelatih tentu memiliki pekerjaan rumah besar untuk mengakhiri tren seri tersebut agar bisa menembus papan atas. Saat ini, tim bajul ijo menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 19 poin.
Di kubu lawan, hasil 2-2 ini menjadi kali ketiga secara beruntun Borneo FC gagal meraih kemenangan setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Bali United dan Persib Bandung. Kegagalan mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir menunjukkan adanya penurunan konsentrasi di lini pertahanan mereka. Kendati demikian, Borneo FC tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan total 34 poin, meski jarak mereka dengan tim di posisi kedua kini semakin menipis.
Secara statistik, bajul ijo menunjukkan dominasi dalam hal tembakan ke gawang, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama. Pertandingan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen tim bahwa konsistensi selama 90 menit sangat diperlukan dalam kompetisi seketat Super League. Dengan dukungan penuh dari Bonek, untuk bajul ijo diharapkan mampu tampil lebih klinis pada laga-laga selanjutnya demi memperbaiki posisi di klasemen.






