Ranking Timnas Indonesia Kini Berada Dibawah Timnas Malaysia Usai Tidak Lakoni Laga FIFA Matchday
Timnas Indonesia kembali harus puas berada di posisi ke-122 dunia dalam pembaruan ranking FIFA edisi November 2025. Posisi skuad Garuda tidak mengalami perubahan dari edisi sebelumnya, setelah tidak melakoni pertandingan internasional resmi pada kalender FIFA Matchday bulan ini. Kondisi ini membuat Indonesia tertinggal dari sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia yang berhasil melesat berkat performa positif di kualifikasi Piala Asia 2027.
Ranking terbaru ini dirilis FIFA pada Rabu (19/11/2025) usai rangkaian pertandingan internasional di seluruh dunia berakhir. Pembaruan ini juga menjadi acuan penting dalam penentuan pot drawing playoff antarbenua Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia Tak Beranjak dari Peringkat 122 Dunia
Dalam update terbaru tersebut, Timnas Indonesia bertahan di posisi 122 dunia dengan koleksi 1.144,73 poin. Angka ini sama persis dengan perolehan pada pembaruan ranking sebelumnya. Ketidak adanya pertandingan resmi menyebabkan Indonesia tidak bisa menambah poin, sekaligus membuat posisi Garuda rentan disalip negara lain yang tampil dalam ajang kompetitif.
Absennya Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday November telah diprediksi berdampak pada stagnasi ranking. Alih-alih menjalani pertandingan persahabatan atau kualifikasi, PSSI memilih untuk memfokuskan agenda pada pemusatan latihan dan uji coba Timnas Indonesia U-23 yang menghadapi Mali sebagai persiapan menuju SEA Games 2025.
Keputusan strategis ini membawa keuntungan bagi tim muda, namun secara langsung menghambat peluang tim senior untuk menambah poin FIFA. Dalam sistem perhitungan FIFA, hanya laga resmi — baik uji coba internasional, kualifikasi, maupun turnamen resmi — yang berpengaruh terhadap poin dan ranking.
Malaysia Melonjak, Indonesia Tertinggal di ASEAN
Sementara Indonesia tak bergerak, negara tetangga justru memanfaatkan kalender FIFA Matchday untuk memperbaiki peringkat. Malaysia mencatat kenaikan signifikan setelah meraih hasil positif di kualifikasi Piala Asia 2027. Harimau Malaya naik dua tingkat dari peringkat 118 ke posisi 116 dunia, mengumpulkan total 1.168,41 poin.
Kenaikan ini tak lepas dari performa impresif Malaysia yang mencatat lima kemenangan dari lima pertandingan kualifikasi. Skuad Dion Cools dan rekan-rekan tampil konsisten, tidak terkalahkan, dan berhasil mengantongi poin besar dari laga kompetitif. Hasil tersebut semakin memperlebar jarak Malaysia dengan Timnas Indonesia, sebuah fenomena yang kembali menjadi perhatian publik sepak bola di kawasan ASEAN.
baca artikel ini juga : Trump Sumringah Usai Anaknya Bertemu Cristiano Ronaldo di Gedung Putih
Selain Malaysia, Thailand dan Vietnam juga mengalami peningkatan. Thailand, yang tetap menjadi pemimpin ASEAN dalam ranking FIFA, naik satu peringkat ke posisi 95 dunia dengan 1.243,27 poin. Vietnam turut menambah poin dan melonjak ke posisi 110 dunia dengan 1.183,62 poin.
ASEAN Semakin Kompetitif: Indonesia Harus Waspada
Persaingan ketat di kawasan Asia Tenggara membuat stagnasi Timnas Indonesia patut menjadi perhatian serius. Dengan beberapa negara tetangga berhasil mengumpulkan poin melalui laga-laga resmi, posisi Indonesia semakin rawan terlempar lebih jauh dari daftar 120 besar dunia.
Berikut daftar ranking FIFA negara-negara ASEAN per November 2025:
- 95. Thailand — 1.243,27 poin
- 110. Vietnam — 1.183,62 poin
- 116. Malaysia — 1.168,41 poin
- 122. Indonesia — 1.144,73 poin
- 136. Filipina — 1.090,95 poin
- 151. Singapura — 1.040,43 poin
- 163. Myanmar — 990,81 poin
- 179. Kamboja — 911,54 poin
- 187. Laos — 877,05 poin
- 189. Brunei Darussalam — 875,78 poin
- 198. Timor Leste — 835,55 poin
Dari daftar tersebut, Indonesia masih berada di posisi empat besar ASEAN, tetapi jarak dengan Malaysia kini melebar lebih dari 20 poin FIFA. Sementara itu, Vietnam dan Thailand semakin sulit dikejar.
Dampak Tidak Bermain di FIFA Matchday bagi Indonesia
Tidak tampil dalam FIFA Matchday memiliki sejumlah konsekuensi, terutama bagi negara yang sedang berupaya naik peringkat. Sistem perhitungan poin FIFA sangat bergantung pada pertandingan resmi, dan absen bermain berarti tidak ada kesempatan menambah poin, apalagi jika negara lain tampil dominan di periode yang sama.

Bagi Timnas Indonesia, kondisi ini berdampak pada beberapa aspek:
- Penempatan Pot Drawing
Ranking FIFA digunakan untuk menentukan pot undian dalam berbagai turnamen internasional. Bertahan di posisi 122 membuat Indonesia berpeluang masuk pot lebih rendah, yang berarti akan menghadapi lawan lebih berat. - Posisi di ASEAN
Ketertinggalan dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam memperlihatkan bahwa persaingan regional semakin ketat, dan Indonesia perlu strategi efektif untuk mengejar. - Persepsi dan Moral
Meski ranking bukan satu-satunya ukuran kekuatan tim, stagnasi berkepanjangan dapat memengaruhi persepsi publik dan motivasi tim.
Menanti Kebangkitan Timnas Indonesia di Agenda Internasional
Ke depan, kesempatan untuk memperbaiki ranking masih terbuka lebar. Timnas Indonesia dijadwalkan tampil dalam sejumlah pertandingan penting pada tahun 2026, termasuk lanjutan kualifikasi dan beberapa uji coba internasional.
PSSI diharapkan lebih aktif menyusun agenda pertandingan senior agar Indonesia tidak kembali stagnan dalam ranking FIFA. Selain itu, performa generasi muda yang tengah dipersiapkan melalui Timnas U-23 menjadi modal penting untuk memperkuat skuad senior di masa depan.
Dengan perencanaan yang tepat, kalender pertandingan yang terstruktur, serta peningkatan kualitas pemain, Indonesia berpotensi memperbaiki posisi dan kembali bersaing dengan negara-negara ASEAN lain yang semakin berkembang.





