MERSEYSIDE – Liverpool harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Leeds United dalam laga lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026. Bertanding di hadapan publik sendiri di Stadion Anfield pada Jumat (2/1/2026) dini hari WIB, skuad asuhan pelatih papan atas ini gagal mengonversi dominasi permainan menjadi gol kemenangan. Hasil ini memicu kekecewaan mendalam di kubu tuan rumah, terutama bagi bek sayap andalan mereka, Jeremie Frimpong.
Pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal ini memperlihatkan kontras strategi yang mencolok. Liverpool tampil sangat agresif dengan penguasaan bola yang dominan, sementara Leeds United memilih untuk bermain defensif secara disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat. Meski terus-menerus mengurung pertahanan lawan, kebuntuan tak kunjung pecah hingga peluit panjang dibunyikan.
Dominasi Statistik Tanpa Efektivitas di Lini Depan Liverpool
Secara statistik, Liverpool mencatatkan keunggulan mutlak sepanjang 90 menit pertandingan. The Reds menguasai jalannya laga dengan persentase penguasaan bola mencapai 69 persen, berbanding jauh dengan Leeds United yang hanya mengantongi 31 persen. Kendali permainan di lini tengah yang dipimpin oleh para gelandang kreatif sebenarnya mampu mengalirkan bola dengan baik ke area sepertiga akhir lapangan.
baca juga : Bojan Hodak Minta ISL Undur Laga Persib Bandung
Namun, penguasaan bola yang melimpah tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang. Liverpool tercatat melakukan total 19 percobaan tembakan, namun hanya empat di antaranya yang tepat sasaran (shots on target). Minimnya akurasi ini menjadi sorotan utama, mengingat beberapa peluang emas yang didapatkan gagal dimaksimalkan oleh barisan penyerang mereka.
Di sisi lain, Leeds United tampil sangat efisien dalam bertahan. Tim tamu hanya melepaskan empat percobaan tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang. Kedisiplinan lini belakang Leeds dalam meredam pergerakan penyerang sayap Liverpool membuat Anfield yang biasanya bergemuruh merayakan gol, kali ini justru diselimuti ketegangan hingga akhir laga.
Kekecewaan Mendalam Jeremie Frimpong
Hasil imbang di kandang sendiri memicu rasa frustrasi di ruang ganti pemain. Jeremie Frimpong, yang tampil aktif menyisir sisi kanan lapangan, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara kepada awak media pascapertandingan. Pemain asal Belanda tersebut menilai timnya kehilangan momentum penting untuk terus bersaing di papan atas klasemen.
“Ini benar-benar membuat frustrasi. Kami ingin memenangkan pertandingan ini, terutama karena bermain di Anfield. Saya rasa kami tidak menciptakan cukup banyak peluang bersih yang bisa mematikan pertandingan,” ujar Frimpong sebagaimana dikutip dari Sky Sports.
Frimpong juga memberikan apresiasi terhadap tembok pertahanan Leeds United yang sangat sulit ditembus. Ia mengakui bahwa ada beberapa keputusan di lapangan yang seharusnya bisa ia ambil dengan lebih baik, terutama dalam hal memberikan umpan kunci ke kotak penalti.
“Mereka bertahan dengan sangat baik secara kolektif. Pada akhirnya, skor 0-0 ini sangat mengecewakan bagi kami semua. Jelas kami sudah berusaha keras, saya pribadi merasa seharusnya bisa melepaskan umpan dengan lebih baik di beberapa momen penting. Namun, sekarang kami harus segera melupakan ini dan fokus sepenuhnya ke pertandingan berikutnya,” tegas Frimpong.
Implikasi di Klasemen Sementara Liga Inggris
Tambahan satu poin dari laga ini tidak banyak membantu posisi Liverpool dalam persaingan menuju gelar juara. Saat ini, Liverpool masih tertahan di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 33 poin. Kegagalan meraih poin penuh di kandang menjadi kerugian besar, mengingat persaingan di zona empat besar sangat ketat dengan tim-tim seperti Manchester City, Arsenal, dan Chelsea yang terus menunjukkan konsistensi.
Bagi Leeds United, hasil imbang di Anfield adalah pencapaian luar biasa yang sangat berharga bagi perjuangan mereka menghindari zona degradasi. Mengantongi satu poin dari markas Liverpool membawa Leeds kini mengumpulkan 21 poin dan duduk di urutan ke-16. Hasil ini diprediksi akan meningkatkan moral pemain Leeds untuk melakoni sisa musim yang berat.
Kegagalan Liverpool mencetak gol dalam laga ini menjadi bahan evaluasi serius bagi staf kepelatihan. Fokus utama dalam sesi latihan mendatang dipastikan akan tertuju pada penyelesaian akhir dan cara membongkar pertahanan lawan yang menerapkan blok rendah (low block). Tanpa perbaikan signifikan dalam aspek klinis di depan gawang, Liverpool berisiko kehilangan poin-poin krusial di laga-laga selanjutnya.
Publik Anfield kini berharap tim kesayangan mereka dapat segera bangkit dan menunjukkan taringnya kembali guna menjaga asa tetap berada di jalur perebutan juara hingga akhir musim.






