Joshua Van Ukir Sejarah: Juara UFC Kelahiran Asia Pertama, Mengungguli Rekor Jeka Saragih
Kancah seni bela diri campuran (MMA) dunia baru saja mencatat tonggak sejarah yang monumental. Petarung muda asal Myanmar, Joshua Van, berhasil merebut gelar juara kelas terbang Ultimate Fighting Championship (UFC), menjadikannya atlet pria kelahiran Asia pertama yang meraih sabuk juara dalam sejarah promosi tersebut. Kemenangan bersejarah ini bukan hanya menempatkan nama Van di peta MMA global, tetapi juga menandai era baru bagi petarung dari kawasan Asia Tenggara, sebuah prestasi yang melampaui capaian petarung Indonesia, Jeka Saragih, yang juga berjuang di ajang UFC.
Momen puncak karier Joshua datang di ajang UFC 323 yang digelar di Las Vegas, Minggu (7/12) Waktu Indonesia Barat. Dalam laga perebutan gelar kelas terbang, ia menantang sang juara bertahan, Alexandre Pantoja. Pertarungan yang dinanti-nantikan tersebut berakhir dengan sangat cepat dan dramatis, memberikan kemenangan TKO bagi Joshua Van di ronde pertama.
Kronologi Kemenangan dan Pecahnya Rekor di UFC 323
Pertarungan melawan veteran tangguh Alexandre Pantoja, yang dikenal sebagai salah satu petarung terbaik sepanjang masa di divisi kelas terbang, menjadi ujian terbesar bagi Joshua Van. Namun, nasib buruk menimpa Pantoja di detik-detik awal.
baca artikel lainnya : Ciptakan Sejarah Filipina Tumbangkan Timnas Indonesia di SEA Games
Hanya 26 detik setelah bel pembuka berbunyi, insiden mengejutkan terjadi. Ketika Pantoja mencoba melancarkan tendangan, Joshua Van dengan cepat menahan dan mendorongnya. Pantoja jatuh dalam posisi yang salah, menyebabkan bahunya terkilir parah. Wasit segera menghentikan pertarungan, dan Joshua Van dinobatkan sebagai pemenang melalui TKO (Technical Knockout) karena cedera. Kemenangan ini secara resmi menobatkan Joshua Van sebagai Juara Kelas Terbang UFC yang baru.
Kemenangan dramatis ini mengukuhkan dua rekor penting:
- Petarung Kelahiran Asia Pertama: Joshua Van, yang merupakan warga asli Myanmar, menjadi pria kelahiran Asia pertama yang memenangkan gelar juara di UFC, sebuah pencapaian yang telah lama dinantikan oleh komunitas MMA Asia.
- Juara Termuda Kedua dalam Sejarah UFC: Selain memecahkan rekor geografis, Joshua Van juga mencatatkan diri sebagai juara termuda kedua dalam sejarah UFC. Ia meraih sabuk pada usia 24 tahun 57 hari (lahir 10 Oktober 2001), hanya kalah dari legenda Jon Jones, yang menjadi juara pada usia 23 tahun 243 hari. Joshua Van juga menjadi juara UFC pertama yang lahir pada era tahun 2000-an.
Profil dan Perjalanan Karier “The Fearless” Joshua Van
Petarung berjuluk “The Fearless” ini memiliki nama lengkap Joshua Van Bawi Thawng. Lahir pada 10 Oktober 2001 di Hakha, Negara Bagian Chin, Myanmar, perjalanan hidupnya jauh dari kata mudah. Karena konflik politik di negaranya, keluarganya pindah ke Malaysia saat ia berusia sepuluh tahun, sebelum akhirnya bermigrasi ke Houston, Texas, Amerika Serikat, pada usia dua belas tahun.
Kehidupan di AS tidak langsung mulus. Joshua Van menghadapi tantangan besar, termasuk menjadi korban perundungan. Pengalaman pahit inilah yang kemudian mendorongnya untuk mulai berlatih MMA pada usia 19 tahun, mencari jalan untuk menyalurkan sisi kompetitifnya. Ia memulai karier profesional MMA pada tahun 2021 di ajang Fury Fighting Championship, di mana ia mencatatkan rekor 7-1 dan bahkan merebut gelar Flyweight di promosi tersebut sebelum dipanggil ke UFC.
Dengan tinggi 165 cm dan bertarung di divisi Flyweight (57 kg), Joshua Van dikenal dengan gaya bertarung yang agresif dan striking yang akurat. Statistik kariernya menunjukkan dominasi:
- Rekor Profesional: 16 kali menang dan 2 kali kalah.
- Gaya Kemenangan: 8 melalui KO/TKO, 2 melalui submission, dan 6 melalui keputusan juri, menunjukkan dirinya sebagai petarung yang lengkap.
- Rekor Menarik UFC: Joshua Van memegang rekor significant strikes landed per menit tertinggi dalam sejarah UFC (8.84) dan akurasi serangan signifikan tertinggi kedua di divisi kelas terbang UFC (56.8%), yang menegaskan statusnya sebagai striker eksplosif.
Kemenangan atas Pantoja juga memperpanjang rekor kemenangannya menjadi enam kali berturut-turut di UFC, sebuah capaian luar biasa yang semakin menegaskan bakat generasi barunya.
Pesan Inspiratif Joshua Van untuk Rakyat Myanmar dan Asia
Dalam rilis resmi UFC pasca-pertarungan, Joshua menyampaikan pesan yang sarat makna, baik untuk dirinya sendiri maupun tanah airnya.
“Lihatlah saya, saya begitu beruntung. Sekarang dunia tidak akan pernah melupakan Joshua Van. Dan bagi rakyat Myanmar, sekarang dunia akan mengenal kita,” ujar Van dengan bangga.
Ia juga menunjukkan sikap sportivitas dan kepercayaan diri terkait kemenangan yang diwarnai cedera lawan. “Dia (Pantoja) adalah salah satu yang terbaik sepanjang masa. Saya tidak ingin pertarungan berjalan seperti itu. Mungkin UFC akan menemukan solusi. Nama saya ‘The Fearless’, dan saya akan bertarung melawan siapa pun yang mereka inginkan untuk dihadapkan pada saya,” tegasnya, siap menghadapi penantang berikutnya.
Kisah Van adalah narasi inspiratif tentang ketekunan, yang membuktikan bahwa batasan geografis tidak lagi menjadi penghalang dalam olahraga. Meskipun petarung dari Asia Tenggara lainnya seperti Jeka Saragih juga berjuang di panggung UFC, Joshua telah mencapai puncak tertinggi, membuka jalan dan menjadi inspirasi bagi jutaan atlet MMA di Asia untuk mengejar impian mereka di oktagon global. Kini, seluruh dunia menantikan bagaimana “The Fearless” akan mempertahankan sabuk juaranya di divisi kelas terbang yang sangat kompetitif.






