REGGIO EMILIA – Penampilan Jay Idzes bersama Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia musim 2025/2026 menjadi sorotan tajam. Bertanding di markas sendiri, Stadion Mapei, pada Rabu (7/1/2026) dini hari WIB, Sassuolo harus mengakui keunggulan telak Juventus dengan skor akhir 0-3. Kekalahan ini terasa semakin pahit bagi pendukung sepak bola Indonesia, mengingat Jay Idzes yang bertindak sebagai tembok pertahanan sekaligus Kapten Timnas Indonesia, mengalami malam yang sulit di lapangan.
Sepanjang 90 menit pertandingan, barisan pertahanan Neroverdi—julukan Sassuolo—tampak kesulitan meredam agresivitas lini serang I Bianconeri. Juventus yang tampil klinis sejak awal laga berhasil memanfaatkan setiap celah di lini belakang tuan rumah, yang berujung pada kebobolan tiga gol tanpa balas.
Kronologi Pertandingan dan Blunder Fatal di Lini Belakang
Pertandingan baru berjalan 16 menit ketika koordinasi pertahanan Sassuolo mulai retak. Gol pembuka Juventus tercipta melalui gol bunuh diri Tarik Muharemovic. Insiden ini bermula dari pergerakan Pierre Kalulu yang melepaskan umpan silang tajam ke dalam kotak penalti. Muharemovic yang berniat menghalau bola justru salah mengarahkan si kulit bundar ke gawang sendiri yang dikawal Arijanet Muric.
Sassuolo mencoba bangkit dan mengejar ketertinggalan, namun kualitas lini tengah Juventus membuat aliran bola tuan rumah sering terputus. Pada menit ke-62, Juventus memperlebar keunggulan melalui kerja sama apik yang dimotori oleh Jonathan David. Penyerang asal Kanada tersebut menunjukkan visi bermain yang luar biasa dengan mengeksploitasi ruang kosong di pertahanan tinggi Sassuolo.
Meskipun Jay Idzes mencoba memberikan pengawalan ketat terhadap David, sang penyerang berhasil melepaskan umpan akurat kepada Fabio Miretti yang merangsek masuk ke kotak penalti. Miretti menunjukkan kecepatan yang gagal diimbangi oleh tiga bek Sassuolo sekaligus, yakni Muharemovic, Josh Doig, dan Sebastian Walukiewicz. Dengan penyelesaian akhir yang tenang, Miretti mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Puncak penderitaan Sassuolo terjadi menjelang akhir laga, di mana Jay Idzes melakukan kesalahan individu yang fatal. Saat berada di bawah tekanan (pressure) tinggi dari Jonathan David, Idzes melakukan backpass yang terlalu lemah kepada kiper Muric. David dengan sigap mencuri bola tersebut dan dengan mudah menceploskannya ke gawang yang kosong. Gol tersebut mengunci kemenangan 3-0 untuk Juventus dan memastikan dominasi tim tamu di Stadion Mapei.
Kritik Tajam dan Evaluasi Rating Performa Jay Idzes
Pascapertandingan, berbagai media statistik dan olahraga terkemuka memberikan evaluasi negatif terhadap performa lini belakang Sassuolo, khususnya bagi Jay Idzes. Sebagai pemain yang diharapkan menjadi pemimpin di lapangan, blunder yang dilakukan Idzes dianggap sebagai titik balik yang mematikan peluang tim untuk memberikan perlawanan di menit-menit krusial.
Berdasarkan data dari Whoscored, Jay Idzes hanya mendapatkan rating sebesar 5,5. Angka ini merupakan yang terendah kedua di tim Sassuolo setelah Muharemovic yang mendapatkan nilai 5,1 akibat gol bunuh dirinya. Penilaian yang lebih keras datang dari Football Italia, yang memberikan nilai 4,0 untuk performa Idzes. Media tersebut menyoroti bahwa pengambilan keputusan Idzes saat berada dalam tekanan lawan sangat jauh dari standar biasanya.
Sebagai perbandingan, Jonathan David yang menjadi aktor utama kemenangan Juventus mendapatkan predikat Man of the Match dengan rating 8,7 dari Whoscored dan 7,5 dari Football Italia. Kontribusi David berupa satu gol dan satu assist dalam 75 menit durasi bermainnya benar-benar memberikan perbedaan signifikan di lapangan.
Proyeksi ke Depan bagi Karir Jay Idzes
Meskipun mengalami laga yang mengecewakan, posisi Jay Idzes di skuad utama Sassuolo diyakini masih cukup aman, mengingat kontribusinya yang stabil dalam beberapa laga sebelumnya. Pergantian Idzes pada menit ke-90 oleh bek muda Cas Odenthal lebih dipandang sebagai langkah rotasi di menit akhir pertandingan yang sudah tidak mungkin dimenangkan.
Bagi seorang bek tengah, menghadapi penyerang kelas dunia seperti Jonathan David di kompetisi seketat Liga Italia merupakan proses pembelajaran yang berharga. Fokus utama Idzes saat ini adalah melakukan pemulihan mental dan evaluasi teknis bersama jajaran pelatih Sassuolo guna menghindari kesalahan serupa di pekan-pekan mendatang.
Dukungan dari publik sepak bola Indonesia tetap mengalir bagi sang kapten. Kekalahan ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Idzes untuk kembali ke performa terbaiknya, baik bersama Sassuolo maupun saat memimpin Timnas Indonesia di agenda internasional mendatang. Kesalahan dalam satu pertandingan tidak akan menghapus kualitas yang telah ia tunjukkan selama satu musim terakhir di tanah Italia.






