DEVENTER – Sebuah drama tersaji di Stadion De Adelaarhorst saat Go Ahead Eagles menjamu Fortuna Sittard dalam lanjutan pekan ke-18 Eredivisie, Minggu (11/1/2026) malam WIB. Pertandingan yang dijuluki media tanah air sebagai “Perang Saudara” karena mempertemukan dua penggawa Timnas Indonesia ini berakhir tanpa pemenang dengan skor 2-2. Namun, sorotan utama tertuju pada bek tangguh Justin Hubner, yang muncul sebagai pahlawan berkat gol krusialnya di masa injury time.
Pertandingan ini tidak hanya krusial bagi posisi kedua tim di klasemen, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kualitas bagi dua bek sayap Indonesia. Baik Justin Hubner di kubu Fortuna Sittard maupun Dean James di Go Ahead Eagles, keduanya dipercaya turun sebagai starter di posisi bek kiri oleh masing-masing pelatih. Duel taktis di sektor sayap ini memberikan warna tersendiri dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi tersebut.
Dinamika Pertandingan dan Duel Taktis di De Adelaarhorst
Sejak peluit pertama dibunyikan, Fortuna Sittard yang bertindak sebagai tim tamu menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Penguasaan bola yang efektif dan transisi cepat menjadi andalan mereka untuk menekan pertahanan Go Ahead Eagles. Hasilnya terlihat pada menit ke-36, saat Kristoffer Peterson berhasil memecah kebuntuan. Gol ini berawal dari visi bermain Ihattaren yang mengirimkan umpan akurat, sebelum diselesaikan dengan dingin oleh Peterson untuk membawa Fortuna unggul 0-1.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Go Ahead Eagles yang mendapatkan dukungan penuh dari suporter tuan rumah merespons dengan meningkatkan tekanan. Sesaat sebelum turun minum, tepatnya pada menit ke-45, Mathis Suray berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini menjadi pukulan psikologis bagi barisan pertahanan Fortuna Sittard yang sempat lengah di menit-menit akhir babak pertama.
Di sisi lain lapangan, Dean James tampil cukup disiplin dalam mengawal area sisi kiri Eagles. Selama 74 menit berada di lapangan, James tercatat melakukan beberapa intersep penting yang menghambat aliran serangan Fortuna. Setelah memberikan kontribusi yang solid, James ditarik keluar oleh pelatih guna menyegarkan lini pertahanan menghadapi fase akhir pertandingan yang semakin memanas.
Drama Menit Berdarah dan Gol Penyelamat Justin Hubner
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Go Ahead Eagles secara perlahan mulai mengambil alih kendali permainan. Puncaknya terjadi pada menit ke-86, saat stadion bergemuruh merayakan gol kedua Mathis Suray. Memanfaatkan skema serangan udara, Suray berhasil mencetak gol melalui sundulan tajam yang membuat Eagles berbalik unggul 2-1. Dengan waktu yang menyisakan hanya empat menit di waktu normal, kemenangan tuan rumah seolah sudah berada di depan mata.
Namun, Fortuna Sittard menolak untuk menyerah. Pelatih Danny Buijs memberikan instruksi agar seluruh pemain, termasuk Justin Hubner, lebih berani membantu penyerangan di menit-menit akhir. Keputusan ini terbukti sangat tepat. Saat pertandingan memasuki menit ke-90+3, sebuah serangan terencana dibangun dari sisi sayap melalui kaki Alen Halilovic.
baca juga : Elkan Baggott Kembali Dipinjamkan oleh Klubnya
Halilovic melepaskan umpan silang matang yang mengarah tepat ke jantung pertahanan Eagles. Di sana, Justin Hubner telah menunggu dengan posisi yang sangat menguntungkan. Dengan ketenangan luar biasa, Hubner melakukan sontekan di tiang dekat yang gagal diantisipasi oleh kiper Jari De Busser. Bola menggetarkan jala gawang tuan rumah, sekaligus mengubah skor menjadi imbang 2-2.
Gol ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi Justin Hubner. Ini merupakan gol perdana pemain berusia 22 tahun tersebut di ajang Eredivisie sejak bergabung dengan Fortuna Sittard. Selebrasi emosional Hubner di depan tribun pendukung lawan menunjukkan betapa berartinya poin ini bagi tim dan bagi perkembangan karier pribadinya di tanah Eropa.
Implikasi Klasemen dan Proyeksi Masa Depan
Hasil imbang 2-2 ini membuat posisi kedua tim di papan tengah klasemen sementara Eredivisie tidak mengalami perubahan signifikan. Go Ahead Eagles tetap berada di peringkat ke-11, sementara Fortuna Sittard menempel ketat di posisi ke-12. Namun, secara moral, satu poin ini terasa seperti kemenangan bagi Fortuna mengingat gol penyeimbang tercipta di detik-detik akhir pertandingan.
Bagi Timnas Indonesia, performa impresif Justin Hubner dan Dean James memberikan angin segar. Keberhasilan Hubner mencetak gol perdana membuktikan bahwa ia tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga memiliki insting menyerang yang tajam dalam situasi bola mati maupun open play. Fleksibilitas taktis Hubner yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri menjadi aset berharga bagi pelatih tim nasional ke depan.
Setelah pertandingan ini, Justin Hubner diharapkan dapat terus mempertahankan tempat utamanya di skuad Fortuna Sittard. Keberaniannya dalam mengambil keputusan di momen krusial membuktikan bahwa ia telah beradaptasi dengan baik terhadap standar tinggi sepak bola Belanda. Publik kini menanti konsistensi dari “The Wolf” di laga-laga berikutnya untuk membawa Fortuna merangsek ke posisi sepuluh besar klasemen.





