RIYADH – Dominasi Inter Milan di kancah domestik kembali menemui tembok besar bernama Bologna. Dalam laga semifinal Piala Super Italia yang berlangsung di Stadion King Saud University, Sabtu (20/12/2025) dini hari WIB, langkah Nerazzurri harus terhenti secara dramatis. Kekalahan ini mempertegas status Bologna sebagai “momok” menakutkan bagi skuad asuhan Simone Inzaghi dalam beberapa musim terakhir.
Pertandingan yang diprediksi akan menjadi milik Inter Milan sejak menit awal justru berujung pilu. Meski sempat memimpin lewat gol cepat, ketidakefektifan dalam penyelesaian akhir dan mentalitas baja lawan memaksa laga berakhir dengan adu penalti yang menyakitkan bagi sang juara bertahan Serie A tersebut.
Dominasi Tanpa Hasil: Jalannya Laga Inter Milan vs Bologna
Sejak peluit pertama dibunyikan, Inter Milan langsung mengambil inisiatif serangan. Strategi menekan tinggi yang diterapkan Inzaghi membuahkan hasil instan pada menit kedua. Marcus Thuram berhasil menggetarkan jala gawang Bologna setelah memanfaatkan skema serangan balik cepat. Keunggulan dini ini awalnya diyakini akan menjadi pembuka keran gol bagi Si Ular Besar.
Statistik menunjukkan bahwa Inter Milan mendominasi jalannya pertandingan dengan 61 persen penguasaan bola. Secara agresivitas, Lautaro Martinez dan kawan-kawan melepaskan 14 percobaan tembakan, di mana tujuh di antaranya tepat sasaran. Namun, kegemilangan lini pertahanan Bologna yang dikomandoi oleh kedisiplinan tingkat tinggi membuat peluang demi peluang Inter Milan mentah di lini tengah.
Tragis Pemain Andalan Barcelona Tewas Usai Tertembak
Petaka bagi Inter Milan datang di menit ke-35. Pelanggaran di dalam kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih untuk Bologna. Riccardo Orsolini yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang tersebut untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor imbang ini bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa melalui perpanjangan waktu, sesuai regulasi turnamen.
Drama Penalti dan Kegagalan Eksekutor Inter Milan
Memasuki babak tos-tosan, tekanan mental terlihat jelas menyelimuti para penggawa Inter Milan. Dari lima penendang yang disiapkan, hanya Lautaro Martinez dan Stefan de Vrij yang berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tiga eksekutor lainnya gagal menaklukkan kiper Bologna, yang tampil heroik di bawah mistar.
Sebaliknya, Bologna tampil lebih tenang. Ciro Immobile, yang kini menjadi ujung tombak Rossoblu, menjadi penentu kemenangan dengan eksekusi penalti terakhir yang memastikan skor 3-2. Kekalahan ini menjadi catatan sejarah kelam bagi Inter Milan, sebab untuk pertama kalinya sejak format empat tim diberlakukan di Piala Super Italia, mereka gagal melangkah ke partai final.
Pergeseran Dominasi: Mengapa Bologna Menjadi Penakluk Inter Milan?
Keberhasilan Bologna menyingkirkan Inter Milan bukanlah sebuah kebetulan semata. Status mereka sebagai juara Coppa Italia musim lalu dibawa dengan kepercayaan diri tinggi ke Riyadh. Jika menilik rekam jejak pertemuan kedua tim, terjadi pergeseran tren yang sangat signifikan.
Dalam tujuh pertemuan terakhir, Inter kesulitan menghadapi skema taktis yang diterapkan Bologna. Tercatat, Bologna berhasil meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, sementara Inter hanya mampu mencuri satu kemenangan. Catatan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan 17 pertemuan sebelumnya, di mana Milan sangat dominan dengan mengemas 11 kemenangan.
Pelatih Bologna, Vincenzo Italiano, mengungkapkan bahwa kemenangan atas Milan ini adalah buah dari kerja keras dan ambisi besar untuk meraih trofi. “Kami senang dan bangga bisa mencapai final. Kami memiliki kemampuan dan hasrat untuk menjadi juara setelah kesuksesan malam ini,” ujarnya kepada Football Italia.
Hal senada diungkapkan oleh mantan gelandang Inter Milan yang kini membela Bologna, Giovanni Fabbian. Ia menyebutkan bahwa kolektivitas tim menjadi kunci utama membungkam agresivitas mantan timnya tersebut. “Kami sebagai tim begitu solid, satu unit. Kami selalu memperhatikan detail, dan kami puas dengan hasilnya,” tutur Fabbian.
Evaluasi Mendalam bagi Skuad Nerazzurri
Bagi Inter Milan, kegagalan ini menjadi sinyal peringatan serius. Meski masih perkasa di kompetisi liga, ketidakmampuan mengonversi dominasi menjadi kemenangan di fase gugur menjadi pekerjaan rumah besar bagi Simone Inzaghi. Ketergantungan pada beberapa figur kunci di lini depan serta kerentanan saat menghadapi serangan balik cepat lawan menjadi celah yang berhasil dieksploitasi oleh Bologna.
Dengan hasil ini, Bologna berhak melaju ke final dan akan menunggu pemenang antara laga semifinal lainnya. Sementara itu, Inter Milan harus segera berbenah dan mengalihkan fokus mereka kembali ke perburuan gelar Scudetto dan kompetisi Eropa demi mengobati kekecewaan para pendukung setianya.






