FIFA Tolak Banding FAM Perihal Naturalisasi Timnas Malaysia

FIFA Kukuh Tolak Banding Timnas Malaysia

Skandal besar mengguncang sepak bola Negeri Jiran. FIFA secara resmi menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi yang melibatkan sejumlah pemain Timnas Malaysia.

Keputusan ini diumumkan FIFA pada Senin (3/11/2025) malam waktu Malaysia. Dengan penolakan tersebut, seluruh sanksi yang telah dijatuhkan sebelumnya tetap berlaku dan bersifat final di level FIFA.

Sebelumnya, FAM dijatuhi denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp7,3 miliar, setelah badan sepak bola dunia itu menemukan adanya pelanggaran serius dalam proses naturalisasi tujuh pemain. Selain itu, para pemain yang terlibat dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan sejak 26 September 2025 dan dikenai denda individu sebesar 2.000 Swiss Franc (sekitar Rp41 juta).


Skandal Naturalisasi yang Guncang Timnas Malaysia

Kasus ini mencuat setelah FIFA melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses naturalisasi pemain-pemain Timnas Malaysia. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa tujuh pemain tersebut menggunakan dokumen yang tidak sah, khususnya terkait asal-usul keturunan mereka.

Dalam dokumen yang diserahkan ke FAM, para pemain itu diklaim memiliki kakek-nenek berdarah Malaysia. Namun hasil penelusuran FIFA menunjukkan fakta sebaliknya — orang tua atau leluhur mereka berasal dari Spanyol, Brasil, dan Argentina.

Kecurigaan terhadap keabsahan dokumen para pemain ini muncul ketika sejumlah federasi lain menyoroti proses cepat naturalisasi Malaysia, yang dianggap tidak melalui verifikasi mendalam. FIFA pun turun tangan dengan melakukan audit dan memeriksa dokumen resmi imigrasi serta catatan kelahiran.

Temuan tersebut membuat FAM dianggap melanggar Pasal 19 dan 22 Regulasi FIFA, yang mengatur validitas kewarganegaraan serta prosedur pendaftaran pemain untuk tim nasional.


FAM Ajukan Banding, Tapi Gagal Total

Merasa keputusan awal terlalu berat, FAM sempat mengajukan banding resmi ke Komite Banding FIFA. Mereka beralasan bahwa proses naturalisasi telah melalui prosedur hukum yang sah di Malaysia dan tidak ada niat untuk menipu.

Namun, FIFA tetap menolak banding tersebut. Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola dunia itu menilai bahwa bukti baru yang disampaikan FAM tidak cukup kuat untuk mengubah keputusan awal. Dengan demikian, sanksi denda dan larangan bermain tetap berlaku penuh.

FAM masih memiliki opsi untuk melanjutkan kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) di Lausanne, Swiss. Berdasarkan ketentuan, mereka diberi waktu 21 hari sejak tanggal keputusan untuk mengajukan banding ke CAS.

Sementara itu, FAM juga tengah membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri siapa saja pihak internal yang terlibat dalam pemalsuan dokumen tersebut. Investigasi ini diharapkan bisa mengungkap akar persoalan dan mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.


Pemerintah Malaysia Pilih Tidak Campur Tangan Perihal Naturalisasi Timnas Malaysia

SKANDAL NATURALISASI TIMNAS MALAYSIA
SKANDAL NATURALISASI TIMNAS MALAYSIA

Di tengah tekanan publik dan media nasional, Pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan ikut campur dalam urusan internal FAM. Menteri Pemuda dan Olahraga, Hannah Yeoh, menekankan bahwa intervensi pemerintah justru berisiko mengundang hukuman tambahan dari FIFA.

“Pemerintah harus bertindak hati-hati, karena segala bentuk campur tangan dapat mengakibatkan penangguhan FAM oleh FIFA,” ujar Hannah Yeoh dikutip dari Scoop Malaysia.

baca artikel lainnya : Timnas U-17 Kalah Dari Zambia Erick Thohir Beri Semangat

Ia menjelaskan, skorsing dari FIFA akan memberikan dampak luas terhadap seluruh lapisan sepak bola Malaysia — mulai dari Timnas senior, Timnas kelompok umur, hingga liga profesional dan amatir.

“Penangguhan tersebut tidak hanya berdampak pada tim nasional senior, tetapi juga akan mempengaruhi semua entitas sepak bola seperti Liga Sepak Bola Malaysia (MFL), Liga Amatir (AFL), dan seluruh klub yang berkompetisi,” tambahnya.

Dengan demikian, pemerintah memilih menyerahkan seluruh proses hukum dan investigasi kepada FAM dan badan olahraga terkait agar tetap sesuai dengan prinsip otonomi organisasi olahraga di bawah pengawasan FIFA.


Reaksi Publik dan Dampak bagi Sepak Bola Malaysia

Penolakan banding ini menimbulkan gelombang kritik di kalangan penggemar sepak bola Malaysia. Banyak pihak menilai FAM terlalu gegabah dalam melakukan naturalisasi tanpa proses verifikasi mendalam.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai keputusan FIFA menjadi peringatan keras bagi federasi sepak bola lain di Asia Tenggara, agar tidak memanfaatkan celah hukum demi memperkuat skuad nasional dengan pemain asing tanpa dasar hukum yang kuat.

Kasus ini juga menjadi ujian besar bagi reputasi FAM, terutama setelah upaya mereka memperkuat Timnas Malaysia melalui strategi naturalisasi yang sebelumnya dianggap berhasil. Kini, fokus federasi tertuju pada pemulihan kepercayaan publik dan pembenahan sistem administrasi pemain di masa mendatang.


Harapan untuk Reformasi Sepak Bola Malaysia

Meski tengah diterpa badai, sejumlah kalangan berharap skandal ini bisa menjadi momen refleksi dan reformasi menyeluruh bagi sepak bola Malaysia. Pemerintah diminta memperkuat regulasi naturalisasi, sementara FAM diharapkan lebih transparan dan profesional dalam setiap proses registrasi pemain.

Jika langkah pembenahan bisa dilakukan dengan serius, bukan tidak mungkin Malaysia dapat kembali memperbaiki citra sepak bolanya di mata internasional. Namun untuk saat ini, skandal Timnas Malaysia masih menjadi luka besar yang harus disembuhkan dengan kerja keras, tanggung jawab, dan komitmen terhadap integritas olahraga.

situs deposit qris bola online

Related Posts

Tanpa Jay Idzes John Herdman Yakin Indonesia Bisa Juara AFF

JAKARTA – Arsitek anyar Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menyusun peta jalan strategis menjelang perhelatan Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang. Di tengah tantangan jadwal…

Curhatan Thom Haye Viral di Instagram Usai Keluarganya Diteror

BANDUNG – Kemenangan krusial Persib Bandung atas rival abadi mereka, Persija Jakarta, dalam laga bertajuk derby Indonesia pada Minggu (11/1/2026) meninggalkan catatan pahit di luar lapangan. Gelandang andalan Maung Bandung,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Tampil Buruk, Semen Padang Datangkan Pemain Asing Baru

  • By admin
  • Januari 14, 2026
  • 1 views
Tampil Buruk, Semen Padang Datangkan Pemain Asing Baru

Tanpa Jay Idzes John Herdman Yakin Indonesia Bisa Juara AFF

  • By admin
  • Januari 14, 2026
  • 3 views
Tanpa Jay Idzes John Herdman Yakin Indonesia Bisa Juara AFF

Curhatan Thom Haye Viral di Instagram Usai Keluarganya Diteror

  • By admin
  • Januari 12, 2026
  • 4 views
Curhatan Thom Haye Viral di Instagram Usai Keluarganya Diteror

Gol Perdana Justin Hubner Jadi Penyelamat Timnya

  • By admin
  • Januari 12, 2026
  • 4 views
Gol Perdana Justin Hubner Jadi Penyelamat Timnya

Elkan Baggott Kembali Dipinjamkan oleh Klubnya

  • By admin
  • Januari 10, 2026
  • 6 views
Elkan Baggott Kembali Dipinjamkan oleh Klubnya

Van Dijk Akui Dirinya Ingin Pensiun Di Liverpool

  • By admin
  • Januari 10, 2026
  • 6 views
Van Dijk Akui Dirinya Ingin Pensiun Di Liverpool