Kabar mengejutkan datang dari Ranah Minang. Manajemen Semen Padang FC secara resmi mengumumkan pemecatan Dejan Antonic dari posisi pelatih kepala pada Rabu (4/3/2026) malam WIB. Keputusan drastis ini diambil menyusul tren negatif yang terus menghantui tim berjuluk Kabau Sirah tersebut di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Hasil Imbang Kontra PSIM Jadi Titik Nadir
Pemicu utama keputusan ini adalah kegagalan Semen Padang dalam mengamankan poin penuh saat menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Haji Agus Salim. Dalam laga tersebut, Semen Padang sebenarnya memiliki keuntungan besar setelah tim tamu harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit sejak babak pertama.
Namun, keunggulan pemain tersebut tidak mampu dimanfaatkan oleh anak asuh Dejan Antonic. Pertandingan berakhir dengan skor kacamata 0-0, sebuah hasil yang memicu kekecewaan mendalam bagi para pendukung dan manajemen tim.
Tekanan dari Penasihat dan Reaksi Manajemen
Ketidakpuasan terhadap kinerja Dejan Antonic juga disuarakan secara terbuka oleh Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade. Melalui pernyataan di media sosial, Andre meminta manajemen untuk segera mengambil tindakan tegas dengan menyudahi kontrak pelatih asal Serbia tersebut.
baca juga : Viral Rudal Iran Guncang Tel Aviv dan Pangkalan Militer As
Merespons aspirasi tersebut, manajemen Semen Padang FC segera menggelar rapat internal dengan komisaris dan penasihat tim. Hasilnya, klub mengumumkan perpisahan melalui akun Instagram resmi mereka dengan pernyataan “Terima Kasih, Coach Dejan Antonic”.
Statistik Mengecewakan Dejan Antonic di Semen Padang
Dejan Antonic sebenarnya didatangkan pada 10 Oktober 2025 untuk menggantikan posisi Eduardo Almeida. Namun, durasi kebersamaannya dengan tim hanya bertahan selama 16 pertandingan saja. Berikut adalah rincian performa SemenPadang di bawah asuhan Dejan:
- Kemenangan: Hanya meraih 3 kemenangan.
- Hasil Imbang: Mencatatkan 4 hasil imbang.
- Kekalahan: Menelan 9 kali kekalahan pahit.
Statistik ini dianggap tidak cukup kuat untuk membawa Kabau Sirah bersaing di papan tengah, apalagi untuk mengamankan posisi dari ancaman turun kasta.
Semen Padang Terpuruk di Zona Merah Klasemen
Hingga pekan ke-24, posisi SemenPadang FC di klasemen Super League sangat mengkhawatirkan. Saat ini mereka masih terjebak di posisi ke-17 atau zona degradasi dengan hanya mengoleksi 17 poin. Situasi semakin kritis karena mereka hanya terpaut selisih satu angka dari Persis Solo yang berada di dasar klasemen.
Tanpa perubahan signifikan di kursi kepelatihan, risiko Semen Padang terlempar ke kasta kedua musim depan menjadi sangat nyata. Manajemen kini dipaksa bekerja cepat untuk mencari sosok pengganti yang mampu mengangkat mentalitas pemain dalam sisa musim ini.
Siapa Pengganti yang Layak?
Pemecatan Dejan Antonic membuka spekulasi mengenai siapa pelatih yang akan menahkodai Semen Padang selanjutnya. Para pendukung berharap manajemen mendatangkan pelatih yang sudah paham dengan atmosfer sepak bola Indonesia dan memiliki spesialisasi dalam menyelamatkan tim dari jurang degradasi.
Perjalanan Dejan Antonic bersama Semen Padang FC harus berakhir lebih cepat akibat kegagalan memberikan hasil yang memuaskan di kandang sendiri. Dengan kondisi tim yang sedang terpuruk di zona merah, tugas pelatih baru nantinya dipastikan tidak akan mudah. Konsistensi dan strategi yang tepat menjadi harga mati bagi Kabau Sirah jika ingin tetap bertahan di kompetisi tertinggi musim depan.





