MILAN – Spekulasi mengenai masa depan bek tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes, memasuki babak baru menjelang pembukaan bursa transfer Januari 2026. Penampilan konsisten pemain berusia 25 tahun tersebut bersama Sassuolo di kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A, dilaporkan telah memicu persaingan sengit antara dua klub penghuni Stadion San Siro, AC Milan dan Inter Milan.
Langkah Jay Idzes untuk “naik kelas” ke klub elite Eropa kini bukan lagi sekadar rumor. Dengan nilai pasar yang menyentuh angka Rp173 miliar berdasarkan pembaruan valuasi terbaru di pengujung 2025, Idzes dipandang sebagai salah satu aset pertahanan paling potensial di Italia. Jika proses kepindahan ini terealisasi, pemain yang akrab disapa “Bang Jay” tersebut tidak hanya akan mencetak sejarah secara teknis, tetapi juga dari sisi finansial sebagai atlet nasional dengan pendapatan tertinggi di Eropa.
Estimasi Gaji Fantastis Jay Idzes di Klub Elite Serie A
Kenaikan status klub tentu akan dibarengi dengan lonjakan pendapatan yang signifikan. Berdasarkan data ekonomi olahraga dari Calcio e Finanza, Jay Idzes saat ini diperkirakan menerima gaji di kisaran €800.000 hingga €1 juta per musim (sekitar Rp13,6 miliar – Rp17 miliar) di Sassuolo. Angka ini merupakan peningkatan moderat setelah kepindahannya dari Venezia pada musim sebelumnya.
Namun, jika Idzes resmi dipinang oleh AC Milan atau Inter Milan pada jendela transfer musim dingin 2026, platform Capology memprediksi sang pemain akan masuk ke dalam struktur gaji bek utama klub papan atas. Proyeksi pendapatan Idzes diperkirakan melonjak ke angka €1,8 juta hingga €2,5 juta per musim, atau setara dengan Rp30,6 miliar hingga Rp42,5 miliar. Kontrak jangka panjang berdurasi 4 hingga 5 tahun (hingga Juni 2030) diprediksi akan menjadi bagian dari paket kesepakatan tersebut.
Lonjakan ini dinilai sangat masuk akal secara bisnis. Standar kenaikan upah saat seorang pemain pindah dari klub papan tengah (mid-table) ke klub Top 3 di Serie A biasanya berada pada rentang 80 hingga 120 persen. Berikut adalah perbandingan estimasi gaji Jay Idzes jika dibandingkan dengan beberapa bek tengah yang saat ini menghuni skuad Milan dan Inter:
Perbandingan Estimasi Gaji Bek Tengah Serie A (Desember 2025)
| Pemain | Klub | Status | Estimasi Gaji (Per Musim) |
| Jay Idzes (Proyeksi) | AC Milan/Inter | Rekrutan Baru | €1,8M – €2,5M (Rp30-42 Miliar) |
| Strahinja Pavlovic | AC Milan | Bek Tengah | €1,7M (Rp28,9 Miliar) |
| Matteo Gabbia | AC Milan | Bek Tengah | €1,5M (Rp25,5 Miliar) |
| Yann Bisseck | Inter Milan | Bek Tengah | €1,2M (Rp20,4 Miliar) |
| Jay Idzes (Saat Ini) | Sassuolo | Pemain Inti | €1,0M (Rp17 Miliar) |
Analisis data di atas menunjukkan bahwa angka €2 jutaan bagi Idzes merupakan titik temu yang sangat realistis. Valuasi ini akan menempatkan Idzes sedikit di atas Strahinja Pavlovic atau setidaknya setara dengan rotasi utama di klub besar, mengingat ia sudah teruji menghadapi intensitas Serie A bersama Sassuolo.
baca laiinya : Ruben Amorim Bangga Menang Meski MU Main Buruk
Alasan Taktis dan Komersial di Balik Minat Milan serta Inter
Daya tarik Jay Idzes bagi dua raksasa Milan tidak hanya terbatas pada angka di atas kertas. Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa pemandu bakat kedua klub terkesan dengan ketenangan Idzes dalam melakukan build-up serangan dari lini belakang. Kemampuannya mendistribusikan bola dan visi bermainnya dianggap sangat cocok dengan gaya kepelatihan modern yang diterapkan baik oleh AC Milan maupun Inter Milan saat ini.
Selain faktor teknis, aspek komersial turut menjadi pertimbangan strategis. Tuttosport melaporkan bahwa basis penggemar sepak bola yang masif di Indonesia menjadi daya tarik tambahan bagi investor klub. Kehadiran Jay Idzes di skuad utama akan membuka peluang penetrasi pasar yang sangat luas di Asia Tenggara, menjadikannya aset “dua dimensi”—tangguh secara performa dan menjual secara branding.
Sassuolo, yang dikenal sebagai klub yang sangat cakap dalam melakukan negosiasi, diprediksi tidak akan melepas Idzes dengan harga murah. Namun, dengan keuntungan besar yang bisa didapat dari selisih nilai beli dan jual, I Neroverdi kemungkinan besar akan bersikap terbuka terhadap tawaran yang masuk pada Januari 2026.
Jika kesepakatan ini terwujud, Jay Idzes akan mengukuhkan posisinya sebagai pionir pesepakbola Indonesia di level tertinggi dunia. Pendapatan tahunannya yang mencapai puluhan miliar rupiah akan mencerminkan kualitas serta pengakuan publik sepak bola internasional terhadap talenta dari tanah air. Kini, keputusan akhir berada di tangan manajemen Milan dan Inter untuk memenangkan tanda tangan sang kapten Timnas Indonesia tersebut.






