MODENA – Pembaruan data valuasi pemain yang dirilis oleh platform statistik sepak bola, Transfermarkt, pada 23 Desember 2025, mencatatkan tonggak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengalami lonjakan nilai pasar yang signifikan setelah menunjukkan performa konsisten di kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A, bersama klubnya, Sassuolo.
Berdasarkan data terbaru, bek tengah berusia 25 tahun tersebut kini memiliki nilai pasar sebesar Rp173,82 miliar. Angka ini mengalami kenaikan tajam sebesar 33 persen dibandingkan penilaian periode sebelumnya yang tertahan di angka Rp130,36 miliar. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan kualitas individu sang pemain, tetapi juga mengukuhkan posisi Jay Idzes sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di kawasan Asia Tenggara saat ini.
Rincian Kenaikan Valuasi dan Perjalanan Karier Jay Idzes
Kenaikan nilai pasar Jay Idzes merupakan akumulasi dari performa impresifnya sejak memutuskan berkarier di Italia. Valuasi Rp173,82 miliar tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang karier profesional pemain kelahiran Mierlo ini. Perjalanan karier Idzes menunjukkan grafik yang terus meningkat secara stabil, dimulai dari masa pembinaannya di FC Eindhoven, kemudian beralih ke Go Ahead Eagles di Eredivisie Belanda, hingga akhirnya menembus kompetisi Italia bersama Venezia.
Keputusan Sassuolo untuk menebus Idzes dari Venezia dengan mahar transfer mencapai 8 juta euro atau setara dengan Rp151 miliar pada awal musim ini terbukti menjadi investasi yang tepat. Perannya di jantung pertahanan Neroverdi—julukan Sassuolo—terbilang krusial. Konsistensi dalam menjaga kedalaman pertahanan dan kemampuan membangun serangan dari lini belakang menjadi alasan utama mengapa nilai pasarnya terus meroket.
Di lingkup internal Sassuolo, Jay Idzes kini menempati urutan kelima dalam daftar pemain dengan valuasi tertinggi. Ia berada di bawah penyerang utama Andrea Pinamonti (Rp260,72 miliar), serta trio Armand Laurienté, Tarik Muharemovic, dan Ismael Koné yang masing-masing memiliki taksiran nilai Rp243,34 miliar.
Dominasi di Asia Tenggara dan Rekor 50 Penampilan di Serie A
Predikat sebagai pemain termahal di Asia Tenggara yang kini disandang Jay Idzes memberikan dampak psikologis besar bagi citra sepak bola Indonesia di mata internasional. Idzes melampaui valuasi bintang-bintang dari negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam, yang selama ini mendominasi pasar pemain di kawasan ASEAN.
Salah satu parameter yang memperkuat kenaikan harga pasar ini adalah jam terbang di level tertinggi. Pada akhir pekan lalu, tepatnya Minggu (22/12/2025), Jay Idzes mencatatkan pencapaian personal yang luar biasa saat Sassuolo menjamu Torino di Stadion Mapei pada pekan ke-16 Serie A musim 2025–2026. Meski pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 bagi tuan rumah, laga tersebut menandai penampilan ke-50 Idzes di ajang Serie A.
BACA JUGA : Kurang Perfom FC Utrecht Lepas Miliano Jonathans Januari Nanti
Mampu mencatatkan 50 penampilan di salah satu liga terbaik dunia pada usia 25 tahun adalah bukti nyata bahwa Idzes memiliki daya saing yang tinggi. Hal ini menjadi indikator utama bagi para analis di Transfermarkt untuk menaikkan nilai tawar sang kapten Timnas Indonesia tersebut di bursa transfer internasional.
Dampak Positif pada Valuasi Pemain Diaspora dan Lokal Indonesia
Tren kenaikan nilai pasar ini ternyata tidak hanya berhenti pada sosok Jay Idzes. Gelombang pemain diaspora yang membela Timnas Indonesia turut merasakan dampak positif dari peningkatan citra sepak bola nasional. Rekan duet Idzes di lini belakang Sassuolo, Tarik Muharemovic, kini menyentuh angka Rp243,34 miliar. Sementara itu, Fali Cande, mantan rekan setimnya di Venezia, juga mengalami kenaikan nilai menjadi Rp52,14 miliar.
Di barisan pemain Indonesia lainnya, Dean James kini ditaksir memiliki nilai pasar Rp34,76 miliar. Sementara dua pilar pertahanan Timnas Indonesia lainnya, Shayne Pattynama dan Justin Hubner, masing-masing stabil di angka Rp6,08 miliar.
Menariknya, apresiasi nilai pasar ini juga merambah ke pemain yang merumput di kompetisi domestik. Rizky Ridho, bek andalan yang berkompetisi di Liga Indonesia, menunjukkan pertumbuhan valuasi yang sehat. Pemain yang sering menjadi rekan duet Idzes di Timnas ini mengalami kenaikan harga dari Rp9,56 miliar menjadi Rp11,30 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa talenta lokal juga mulai mendapatkan pengakuan secara proporsional seiring dengan peningkatan prestasi tim nasional di kancah internasional.
Secara keseluruhan, peningkatan nilai pasar Jay Idzes menjadi Rp173,82 miliar bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah validasi atas kerja keras, disiplin, dan kemampuan adaptasi sang pemain di kompetisi elit Eropa. Sebagai kapten, Idzes diharapkan mampu terus menjaga level permainannya, yang secara langsung akan terus mengangkat derajat dan nilai ekonomi pemain sepak bola Indonesia di pasar global.






