UTRECHT – Kabar mengenai masa depan pemain internasional Indonesia, Miliano Jonathans, di kancah sepak bola Eropa mulai menemui titik terang, namun bukan dalam arah yang diharapkan. Laporan terbaru dari media ternama Belanda, De Telegraaf, menyebutkan bahwa FC Utrecht telah mengambil keputusan untuk melepas pemain sayap berusia 21 tahun tersebut pada bursa transfer Januari 2026 mendatang.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kontribusi sang pemain sepanjang paruh pertama musim. Meski menyandang status sebagai salah satu talenta muda berbakat di skuad asuhan Ron Jans, Miliano Jonathans dinilai gagal memberikan dampak signifikan dalam persaingan memperebutkan posisi utama di sektor sayap kanan. Pihak klub dikabarkan telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan pemain mengenai rencana peminjaman atau pelepasan permanen demi menyelamatkan menit bermain sang pemain.
Statistik Performa dan Dominasi Miguel Rodriguez di Lini Serang
Kesulitan yang dialami Miliano Jonathans untuk menembus skuad utama terlihat jelas jika menilik data statistik penampilannya di Eredivisie musim ini. Hingga pekan ke-17, Jonathans hanya mencatatkan tujuh penampilan. Namun, angka tersebut tidak mencerminkan kontribusi yang utuh, mengingat lima di antaranya dimulai dari bangku cadangan. Dari total menit bermain yang terbatas tersebut, ia hanya mampu menyumbangkan satu assist.
baca juga : Bernardo Tavares Resmi Merapat ke Persebaya Surabaya
Kondisi serupa terjadi di level kompetisi kontinental. Di Liga Europa, Jonathans hanya diberikan kesempatan tampil dua kali, di mana keduanya dilakukan sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir pertandingan. Minimnya kepercayaan pelatih Ron Jans juga terlihat di ajang domestik lainnya, yakni Piala KNVB, di mana ia hanya mencatatkan satu penampilan singkat dari bench.
Penyebab utama tersisihnya Miliano Jonathans adalah performa impresif dari pemain sayap asal Spanyol, Miguel Rodriguez. Sejak awal musim, Rodriguez berhasil memenangkan hati tim kepelatihan dengan konsistensi permainannya. Statistik mencatat Rodriguez telah bermain dalam 17 pertandingan Eredivisie, dengan 13 di antaranya dimulai sebagai starter. Efektivitasnya juga jauh lebih unggul dengan torehan tiga gol.
Dominasi Rodriguez semakin tidak tergoyahkan di Liga Europa. Pemain asal Spanyol tersebut selalu menjadi pilihan utama dalam enam pertandingan grup dan sukses mengonversi kepercayaan itu menjadi dua gol penting bagi FC Utrecht. Perbedaan mencolok dalam hal kontribusi gol dan keterlibatan dalam skema taktik inilah yang membuat Miliano Jonathans terisolasi di bangku cadangan.
Rencana Peminjaman dan Implikasi Bagi Karier Internasional
Manajemen FC Utrecht menyadari bahwa membiarkan Miliano Jonathans terus berada di bangku cadangan akan menghambat perkembangan teknis sang pemain, terutama mengingat usianya yang masih sangat muda. Opsi peminjaman ke klub lain di Eredivisie atau kasta kedua Liga Belanda (Eerste Divisie) menjadi langkah yang paling rasional agar nilai pasar pemain tetap terjaga.
Bagi Jonathans, bursa transfer Januari akan menjadi periode krusial. Selain persoalan karier di level klub, statusnya di Timnas Indonesia juga menjadi pertimbangan besar. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, selama ini dikenal sangat memprioritaskan pemain yang aktif mendapatkan menit bermain di klub masing-masing. Jika Jonathans tetap bertahan di Utrecht tanpa ada jaminan bermain, posisinya di skuad Garuda terancam digeser oleh talenta muda lainnya yang lebih kompetitif.
Beberapa analis sepak bola Belanda berpendapat bahwa Jonathans sebenarnya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, namun adaptasi taktis terhadap intensitas permainan yang diterapkan Ron Jans tampaknya menjadi kendala utama. Pelatih Jans cenderung menyukai pemain sayap yang tidak hanya tajam dalam menyerang, tetapi juga memiliki disiplin tinggi dalam membantu pertahanan—atribut yang sejauh ini lebih menonjol pada diri Miguel Rodriguez.
Dengan dibukanya jendela transfer dalam hitungan minggu, beberapa klub medioker di Belanda dikabarkan mulai memantau situasi Jonathans. Kecepatan dan kemampuan akselerasi yang dimiliki Miliano Jonathans dianggap tetap menjadi komoditas yang menarik bagi tim yang membutuhkan penyegaran di lini serang pada paruh kedua musim.
Kini, keputusan akhir berada di tangan Jonathans dan agennya. Apakah ia akan menerima tantangan untuk dipinjamkan demi mengasah jam terbang, atau mencoba mencari tantangan baru di luar Belanda demi mendapatkan posisi reguler. Yang pasti, waktu Jonathans di Galgenwaard Stadium tampaknya sudah mencapai titik jenuh, dan kepindahan pada Januari menjadi solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat.






