Persib Bandung harus menelan pil pahit kekalahan saat melakoni laga tunda Super League 2025/26. Bertandang ke markas Malut United di Gelora Kie Raha pada Minggu (14/12/2025), skuad Maung Bandung takluk dengan skor 0-2. Kekalahan ini secara langsung dikaitkan oleh tim pelatih dan pemain dengan faktor krusial: jadwal yang sangat padat dan kelelahan fisik akibat perjalanan yang panjang.
Malut United, sebagai tim tuan rumah, berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan tampil menekan sejak menit awal pertandingan tunda pekan ke-12 ini. Kemenangan ini memberikan Malut United poin penting di klasemen, sementara Persib Bandung harus kembali berhitung untuk mengamankan posisi mereka di tengah fase krusial kompetisi.
Jadwal Padat dan Perjalanan Jauh Hantam Kebugaran Persib Bandung
Hasil minor yang diterima Persib Bandung ini bukan semata-mata karena perbedaan kualitas, melainkan karena tantangan logistik dan fisik yang ekstrem. Saat ini, Persib memang tengah menghadapi periode jadwal yang sangat padat. Mereka harus memainkan sejumlah laga tunda Super League sambil juga berkompetisi di kancah antarklub Asia, AFC Champions League (ACL) 2.
Sementara sebagian besar klub Super League lainnya sudah memasuki masa libur kompetisi sejak berakhirnya pekan ke-14 pada 30 November, Persib justru terpaksa melakoni serangkaian pertandingan pengganti. Penundaan beberapa laga Super League diakibatkan bentrokan dengan jadwal penting ACL 2. Konsekuensinya, saat klub lain beristirahat, Persib harus tetap berada dalam mode kompetisi.
Asisten Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan pernyataan yang lugas mengenai kondisi timnya setelah pertandingan. Ia tidak menyembunyikan fakta bahwa kelelahan menjadi penyebab utama kekalahan tersebut.
“Tak banyak yang bisa saya katakan, semuanya sudah terlihat. Karena kami baru bermain, melakukan perjalanan, dan waktu kami beristirahat, ini memberikan dampak besar bagi kami,” kata Igor Tolic, seperti dikutip dari detikJabar.
Tolic mengakui bahwa timnya tidak berada dalam kondisi ideal untuk bertanding di level tertinggi. “Kami tidak cukup siap untuk bertanding. Saat kami keluar bermain, kami sudah berusaha mengerahkan yang terbaik, hanya itu saja,” ujarnya menambahkan. Gagal Bendung Serangan Malut di Babak Pertama
Malut United menunjukkan agresivitas sejak awal. Dengan kondisi pemain Persib yang kurang prima, Malut United berhasil unggul cepat di babak pertama melalui dua gol yang tercipta. Gol pertama dicetak oleh Igor Inocencio, dan gol kedua disumbangkan oleh Ciro Alves.
Baca Artikel Lainnya : Pesan Menyentuh Ivar Jenner Usai Timnas Tersingkir
Meskipun tidak mampu menambah gol di babak kedua, Malut United berhasil mempertahankan keunggulan dua gol mereka hingga peluit panjang dibunyikan. Efektivitas serangan Malut di babak pertama, ditambah dengan kemampuan mereka memanfaatkan celah kelelahan lawan, menjadi kunci kemenangan mereka.
Gelandang Persib, Thom Haye, mengamini pernyataan sang asisten pelatih. Pemain naturalisasi ini merasakan langsung betapa sulitnya menjaga performa di tengah situasi yang menuntut daya tahan fisik dan mental luar biasa.
“Kami berusaha semaksimal mungkin, kami berusaha menampilkan permainan terbaik. Tapi, seperti coach (Igor Tolic) bilang, ini sangat sulit,” tutur Thom Haye.
Ia menyoroti aspek logistik yang sangat menguras energi. “Kami harus menempuh perjalanan panjang ke sini, harus mempersiapkan lagi di tengah jadwal yang padat,” ucapnya, merujuk pada perjalanan lintas pulau yang harus dilakukan dalam waktu singkat.
Situasi yang dihadapi Persib Bandung ini menunjukkan tantangan besar bagi tim-tim yang berkompetisi di kancah Asia. Pengaturan jadwal oleh operator liga yang kurang mempertimbangkan jeda waktu ideal bagi wakil klub Indonesia di kompetisi regional sering kali berujung pada kerugian di liga domestik. Kini, manajemen Persib dan tim pelatih harus bekerja ekstra keras untuk memulihkan kondisi fisik dan mental para pemain sebelum mereka kembali menghadapi sisa pertandingan krusial di Super League dan fase gugur ACL 2. Kegagalan ini menjadi alarm keras bagi Maung Bandung untuk mengelola sisa musim dengan prioritas dan strategi rotasi yang lebih cermat.






